Dunia Sukab – Seno Gumira Ajidarma

Ada perempuan memilih jalan kekerasan. Ada penemuan ladang pembantaian. Ada kisah masa depan pemerkosaan. Ada orang disiksa, ternyata salah sasaran. Ada orang dibakar, melakukan penampakan. Ada orang terbuang, karena beda pemikiran. Ada banyak rakyat, bingung memilih pimpinan. Ada orang korupsi, hidungnya menjadi panjang. Ada orang dirampok, malah bisa terbang. Ada jenazah hilang, karena kebanjiran. Ada karung ditemukan, berisi mayat preman. Ada buah dosa turunan, laris manis tak karuan. Ada percakapan sepatu, merenungkan kesetiaan. Ada suami pengangguran, hobinya tidur siang. Ada sekretaris cantik, kakinya kapalan. Ada kurir toko bunga, menggoda pembantu rumah tangga.

Mereka berada di Dunia Sukab, dunia kita-kita juga. Tapi siapakah Sukab?

img_20161112_195033

Saya pertama tahu Sukab adalah saat dia berusaha menyembunyikan sepotong senja untuk pacarnya sampai berlarian melewati gorong-gorong. Tapi ternyata yang saya tidak tahu, Sukab ada di mana-mana. Sukab jadi calon pemimpin, Sukab disiksa orang dikira Haji Rustam, sampai jadi penjual buah dosa turunan.

Ini hanya tulisan subyektif saya tentang tulisan-tulisan SGA, atau tentang Sukab.

Saya penggemar Sukab, atau SGA, hampir-hampir saya tak bisa membedakan, jadi, saya belum menemukan di mana ‘tidak bagus’nya tulisannya. Jadi, yang saya lakukan  sambil membacanya hanya berpikir, berpikir tentang refleksi diri.

Dari kisah masa depan pemerkosaan, saya jadi bersyukur. Saya bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang. Saya bersyukur lahir dari rahim ibu saya, jadi anak ibu-bapak saya, dan disayangi mereka sebagai anak. Bayangkan, gimana jadinya kalau kita adalah anak yang lahir dari sebuah pemerkosaan, yang bahkan ibu kita menganggap kita mimpi buruk yang harus dilupakan, dan bapak kita tidak tahu entah di mana. Masih hidupkah? Jadi orang jahatkah? Atau malah jadi pemuka agama? Dari hal sekecil itu pun (itu hal besar menurut saya,) kita harus tetap bersyukur. Saya bilang ‘hal kecil’ karena seringnya itu luput dari pikiran kita.

Dari banyak rakyat yang bingung memilih pimpinan, saya jadi ingat kehidupan ‘politik’ di fakultas saya. Ya begitulah. Ada banyak calon pemimpin mahasiswa, tapi dari golongan yang sama. Ada banyak mahasiswa, tapi bingung memilih yang mana. Ada banyak omongan, tapi sebenarnya untuk apa? Apa andil mereka kepada kita? Yang saya tahu sampai saat ini, itu kepentingan pribadi saja. Program kerja mereka semata-mata ‘mengisi waktu’, sasaran empuk kegiatan mereka adalah mahasiswa baru. Mereka menginginkan jabatan atau apalah, tujuan utamanya mencari ‘pengalaman’ dan mengisi CV supaya terlihat lebih aktif saja. Jadi, apa fungsi mereka bagi rakyat? (dalam hal ini rakyat adalah mahasiswa). Saya kurang tahu apakah di fakultas lain, bahkan di kampus lain sama cerita, atau lain cerita. Maka dari itu, saya lebih respect sama organisasi atau komunitas seperti UKM yang memang isinya adalah orang-orang yang memiliki hobi yang sama dan tidak perlu melibatkan ‘rakyat’ dalam pemilihan pimpinan mereka.

Daripada membaca omongan saya yang nggak jelas di paragraf sebelumnya, lebih baik kita mendengar percakapan sepatu yang merenungkan kesetiaan. Saya pernah bosan terhadap semuanya, kalo boleh dibilang bosan hidup juga. saya jadi merenung, kalau saya merasa seperti itu berarti saya tidak setia kepada Tuhan saya yang memberikan waktu hidup saya lebih lama dari ini? nah! Saya nggak jadi ingin merasa bosan dan memeliharanya.

Dan dari perempuan yang memilih jalan kekerasan….. saya jadi ingat salah satu tokoh anime favorit saya. Seorang Ninja yang hebat, yang bercita-cita jadi Hokage dan sempat dikhianati sahabatnya, yang sampai sekarang kisah hidupnya belum selesai. Belum lagi ia menambahkan cerita tentang anaknya. Hmm… Naruto Uzumaki.

Sudah. Itu Saja. Saya yang bodoh ini masih perlu banyak membaca dan belajar, terutama genre tulisan yang saya sukai, sastra.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s