Trekking Seru di Tumpak Sewu

Horeee…. akhirnya berangkat trekking setelah sekian lama memenjarakan jiwa sampai agak gila, hahaha. Pagi-pagi sekali saya dan Indro berangkat dari Kota Malang jam 5 pagi naik motor. Seneng gitu janjian sama Indro yang on time abis, heheh. Niatnya kita mau ke rumahnya Ulfa di daerah Ampel Gading, Kabupaten Malang. Sampai di rumahnya Ulfa jam tujuh pagi dengan jalan khas pegunungan yang berkelok-kelok asoy. Setelah nungguin Ulfa siap-siap bareng ke Tumpak Sewu dan (yay) numpang sarapan hihi, kita pun berangkat ke Tumpak Sewu naik motor.

Saya nggak tahu apa-apa tentang sejarah air terjun ini. tapi, saya mau sok tahu dikit. Barangkali air terjun ini dinamakan Tumpak Sewu karena jumlah air terjunnya yang banyak banget mengelilingi sungai kayak bekas kerukan tambang gitu kalo dilihat dari atas, kayak bertumpak-tumpak (tumpuk-tumpuk). Makanya disebut Tumpak Sewu. Hahaha abaikan. Air terjun ini letaknya di Kabupaten Lumajang, dua puluh menitan dari rumahnya Ulfa.

Selama ini saya selalu berpendapat bahwa yang paling seru saat trekking ke air terjun adalah perjalanannya, bukan pas sampai di air terjunnya. Saya dapat jackpot!!!! Di Tumpak Sewu saya harus membuktikan omongan saya, hahaha. Biasanya kalau kita ke air terjun, di perjalanan memang kadang berat, tapi pas sampai di air terjunnya rasanya lega karena biasanya baguuusss banget kan? Sampai kita bisa berenang bebas (bahasa Lamongannya: beluron). Nah, kali ini lain cerita.

Tiket masuknya 5000. Tapi nanti di pos sebelum ke air terjun, bayar lagi 5000. Sebelum trekking ke bawah kita bisa ke panorama dulu buat melihat air terjunnya dari atas. Dan kita pun menuruni jalan yang sebagian besar adalah batu-batuan yang dialiri air, kelihatannya kayak sungai. Jadi jalannya sambil gelantungan sama tali gitu. Kalau nggak gitu jalannya adalah jembatan dari bambu yang…… seru abis deh. Kalau kamu suka tantangan dan merasa bahagia karena capeknya trekking menyusuri medannya yang ekstrim, Tumpak Sewu boleh banget dicoba. perjalanannya dari atas sampai bawah sekitar 50 menitan gitu.

img_20161001_093239

img_20161001_094310

Sayang sekali pas itu cuacanya lagi nggak bagus, mendung gitu. Terus pas udah nyampe bawah, arus sungainya deras banget sampai sepatunya Indro kebawa arus, airnya juga jadi berwarna cokelat. Jangankan berenang-renang, mau foto aja susah karena hujan deras, eh gerimis deras ding. Kebetulan pas itu lagi hujan juga. tapi ya tetep keren. Di bawah tuh, air terjunnya ada banyak mengelilingi tebing-tebing yang tinggi dan besar-besar. Saya jadi sadar dan bersyukur, bahwa saya bukanlah apa-apa, saya merasa kerdil di sana. Sangat kerdil.

img_20161001_101006

img_20161001_101555

img_20161001_101601

Karena cuaca lagi buruk, bapak-bapak yang jaga di pos dekat air terjun nyuruh kita segera ninggalin air terjun dan nyaranin ke goa tetes aja yang lebih aman. Tapi bayar lagi 5000 buat ke goa tetes. Trekkingnya seru karena dapat teman baru, 4 anak cowok dari UMM. Saya menikmati kesenangan ketika kita melewati waktu bersama orang asing seperti teman lama, kita ngobrol banyak hal, kita tertawa-tawa, tanpa kita harus tahu nama masing-masing, dan kita sadar akhirnya berpisah tapi kita tidak akan merasa sedih. Sebab kita tidak mengenal nama mereka. saya katakan inilah yang dinamakan menikmati waktu hehehe.

img_20161001_104310

img_20161001_105133

Jangan tanya gimana dinginnya, saya tidak tahu bagian mana dari tubuh saya yang kering waktu itu hahaha

img_20161001_105401

img_20161001_110936

subhanallah

Bahagia itu nggak harus mahal kok. Kalau dihitung-hitung, saya cukup ngeluarin uang dua puluh ribu aja buat ke sini, bayar 3 tiket sama parkir motor. Oh iya, sama bensinnya. Nggak lebih dari 50 ribu loh. Seru banget. Saya selalu suka main-main beginian, meskipun sakit di badan baru sembuh tiga hari kemudian. Saya berpikir nggak masalah. Nanti kalau sudah kerja saya mau melakukan ini minimal sebulan sekali ah, aamiiiinnnn. Sekarang kan masih kuliah, kendala masih di biaya dan ijin orang tua huahahaha. Sama partner trekkingnya…. (ups hahha).

dua kata untuk hari itu (1 Oktober 2016) : seru, coy!

 

 

Advertisements

11 thoughts on “Trekking Seru di Tumpak Sewu

  1. Wiiih keren banget air terjunnya, demi Tuhan. Banyak aliran yang berkumpul menjadi satu. Pengalaman pertama saya trekking adalah di Sumber Pitu Pujon, dan itu juga ketemu dengan teman seperjalanan yang seru dan akhirnya tak sempat saling berkenalan, seru banget, haha. Cuaca juga hujan lho, kalau bulan-bulan sekarang memang sering hujan, namun malah tambah keren soalnya debit air pasti pol banget. Sedangkan kalau kemarau mungkin kering tapi debit air juga sedikit. Yah, selalu ada pengorbanan yak, hehe. Tapi tidak menyurutkan semangat buat trekking.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s