Untitled

Masa lalu memang paling asik untuk dikenang, apalagi yang indah-indah. Sayang sekali blog saya waktu SMA saya hapus, jadi agak susah menemukan ‘fosil’ kehidupan alay saya zaman SMA. Tapi di otak saya ingat betul, bagaimana indahnya hari-hari sekolah, masalah kita cuma PR yang belum selesai atau masalah sepele sama temen, hidup tanpa beban. Dan setelah lulus SMA? Wow, hidup saya jadi superwow. Kalo pas SMA saya punya cinta, udah pergi gitu aja pas mau ujian. Dan kemudian saya galau, tapi saya nggak akan pernah menyesali saat-saat itu. Patah hati ternyata mengajarkan saya sebuah keikhlasan. Dan, ternyata saya baru bisa ‘ikhlas’ itu setahun belakangan ini melalui proses perenungan dan pendewasaan (tsah). Hahaha. Lama ya? terlalu mengendap di hati saya kayaknya.

Kadang saya ingin mengulang waktu dan memperbaiki semuanya. Kemudian saya berpikir, kalau waktu saya sekarang saya habiskan untuk berangan-angan memutar waktu, saya bisa-bisa tidak hidup di hari ini. dan besok, pikiran saya akan tetap sama pengen ngulang waktu terus. Hal kayak gitu yang akan membuat saya di masa depan ingin kembali ke masa sekarang atau masa lalu. Nggak maju-maju dong. Mungkin saya harus lebih banyak bersyukur atas nikmat dari Tuhan (ciyee saya punya Tuhan, alhamdulillah) dan lebih banyak ikhlas terhadap apa-apa yang kurang bisa saya terima.

Kalau kita merasa hidup kita sangat menderita dan kayak penuh perjuangan banget, coba kita pikir, nggak semua orang seberuntung kita, yang dapat melalui semua perjuangan itu sehingga kita bisa sampai hari ini. kalo menurut saya, perjuangan yang berat tentu melahirkan individu yang lebih kuat mental. Kalo kata orang bule, what doesn’t kill you makes you stronger. Saya tahu, di luar sana banyak sekali orang hebat yang kisah hidupnya jauh lebih tragis dan seru, gini doang sih belum apa-apa, Ian! Saya keseringan overthinking yang membuat saya mempermasalahkan hal sepele, tapi emang kadang perlu dipikir gitu loh, tapi lebih baik mikir yang lain yang lebih penting biar otak nggak overload. Orang-orang sering mengira saya sedang ngelamun, terus saya dinasehati biar nggak sering-sering ngelamun. Hey, saya tuh mikir. Kelihatannya muka saya kayak ngelamun, padahal isi pikiran saya tuh nggak kosong. Seumur-umur saya belum (jangan pernah deh) ngelamun kosong loh. Gitu deh, orang-orang sering salah persepsi tentang saya. Dan saya juga malas menjelaskan diri saya, hehehe.

Tulisan ini emang nggak jelas, saya nggak ada pandangan sama sekali mau nulis apa, jadinya ngalor ngidul dan (mungkin) nggak ada isi. Lah, saya lagi pengen nulis, gini dulu deh. Maafkan. Hahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s